Thursday,17 September 2026
Penanggulangan Bencana

JPIC SVD Timor Gandeng Pemda Belu dan Politani Kupang Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

Boni Antolan 15 September 2026 11:00 137 dibaca
JPIC SVD Timor Gandeng Pemda Belu dan Politani Kupang Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif
BELU — Lahan tidur di sejumlah titik wilayah Kabupaten Belu mulai dipetakan untuk dikembangkan menjadi lahan produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial. ​Inisiatif tersebut digagas SVD Provinsi Timor melalui JPIC bersama Pemerintah Kabupaten Belu dan tenaga ahli Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani). ​Langkah konkret itu diawali dengan survei pengolahan lahan baru yang berlangsung di Biara St. Yoseph Nenuk, Kabupaten Belu, Senin, 24 Agustus 2026. Survei berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. ​Survei menyasar enam lokasi, yakni Unit Usaha Mafuas, Lapangan Batu Merah di belakang Novisiat, KM 11, KM 12, Halikelen, dan Watutomak. ​Kegiatan tersebut melibatkan tenaga ahli Politani Negeri Kupang, Pemerintah Kabupaten Belu, serta jajaran SVD Provinsi Timor. ​Dari unsur akademisi, hadir Prof. Saver dan Dr. Blas Paga. Sementara dari Pemda Belu turut terlibat Wakil Bupati Belu, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PUPR, serta tim ahli pemerintah daerah Jhon Leki dan Vinsen Loe. ​Dari pihak SVD Provinsi Timor, survei diikuti P. Dismas Mauk, SVD selaku Provinsial SVD Timor; P. Domi Kadju, SVD selaku Koordinator JPIC sekaligus anggota Tim Aset-Investasi; Br. Apolo Bria, SVD selaku Wakil Rektor Biara St. Yoseph Nenuk; Br. Nabas Kolo selaku penanggung jawab Unit Usaha Mafuas; Br. Vinsen selaku Direktur Bruder dan Socius Novisiat; serta Br. Jhoni selaku penanggung jawab Halikelen dan Watutomak. ​Dari Survei Menuju Pengolahan Lahan ​Survei tersebut tidak berhenti pada pemetaan lokasi. Tim juga menyepakati sejumlah langkah teknis untuk memastikan pengembangan lahan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. ​Tenaga ahli Politani Negeri Kupang akan melakukan penentuan titik koordinat, pemeriksaan pH tanah, serta pemetaan lahan berdasarkan titik koordinat tersebut. ​Langkah teknis ini menjadi dasar untuk menentukan bentuk pengolahan dan pemanfaatan lahan secara lebih terukur. ​Dukungan awal juga telah disepakati Pemerintah Kabupaten Belu. ​Untuk Unit Usaha Mafuas, Pemda Belu akan memberikan satu unit pompa air dan satu unit handtraktor. Sementara untuk Watutomak, bantuan yang disiapkan berupa satu unit pompa air. ​Pemda Belu juga berkomitmen memulai pengerjaan fisik di lapangan pada September 2026. ​Tiga Proposal dan Rencana Kerja Sama ​Di sisi lain, JPIC SVD Timor akan bergerak menyiapkan tiga proposal dalam waktu singkat untuk diajukan kepada Dinas Pertanian. ​Selain itu, SVD-JPIC akan menyusun proposal anggaran untuk tahun 2026 dan 2027 guna mendukung keberlanjutan program. ​Kerja sama lintas lembaga juga diarahkan melalui rancangan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama antara SVD Timor dan Pemda Belu, SVD Timor dan Politani Negeri Kupang, serta Politani Negeri Kupang dan Pemda Belu. ​Kebutuhan pembiayaan yang telah diidentifikasi dalam tahap awal meliputi honor tenaga ahli, transportasi dan akomodasi, serta biaya konsumsi. ​Bagi JPIC SVD Timor, pengolahan lahan tidur menjadi lahan produktif bukan sekadar agenda pemanfaatan aset. ​Program tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat. ​Dalam laporan resmi kegiatan, P. Domi K. Dheo, SVD, menyebut program ini diharapkan menjadi wujud nyata misi JPIC SVD dalam semangat Laudato Si' dan keberpihakan kepada kaum miskin. ​Program tersebut kini memasuki tahap tindak lanjut teknis, dengan harapan seluruh
Berita Penanggulangan Bencana Kembali ke Beranda
Chat via WhatsApp